Gaza Butuh Bantuan Mendesak, Ratusan Ribu Warga Terancam Kelaparan
TRANSFORMASINUSA.COM | Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan, Gaza sangat membutuhkan bantuan mendesak. Ratusan ribu warga menghadapi ancaman kelaparan akut akibat berkurangnya stok pangan dan blokade Israel yang terus berlanjut.
WFP menegaskan bahwa meningkatnya aktivitas militer di Gaza menghambat distribusi bantuan dan membahayakan nyawa pekerja kemanusiaan. Sejak 2 Maret, Israel menutup semua perbatasan Gaza, menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah. Saat ini, stok pangan yang tersisa hanya cukup untuk dua minggu.
Di sektor kesehatan, Direktur Kesehatan Gaza Munir al-Barsh menggambarkan situasi sebagai sangat mengkhawatirkan, dengan penyakit seperti polio mulai menyebar akibat keterbatasan tenaga medis. Israel juga membatasi akses tim medis dari luar dan menargetkan fasilitas kesehatan, memperburuk kondisi layanan medis di Gaza.
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa segala sesuatu di Gaza semakin menipis, termasuk makanan, waktu, dan nyawa manusia, dengan pemindahan paksa yang terus dilakukan Israel. Juru bicara OCHA, Jens Laerke, menyatakan bahwa tindakan Israel di Gaza menunjukkan tanda-tanda kejahatan brutal.
Pakar PBB untuk hak pangan, Michael Fakhri, menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata terhadap warga Gaza dan menyebabkan kematian ribuan anak-anak. Ia menekankan bahwa kebijakan Israel mencerminkan sistem apartheid yang menghilangkan kemanusiaan rakyat Palestina dan menyerukan sanksi internasional terhadap Israel.
Sejak Israel membatalkan kesepakatan gencatan senjata pada 18 Maret, agresi militer yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 164 ribu warga Palestina syahid atau terluka, termasuk ribuan anak-anak dan perempuan, dengan lebih dari 14 ribu lainnya dinyatakan hilang.
Posting Komentar