NEWS BREAKING NEWS
Live
wb_sunny

Breaking News

Analis: Israel Ingin Ubah Kamp Pengungsi di Tepi Barat Jadi Permukiman Yahudi

Analis: Israel Ingin Ubah Kamp Pengungsi di Tepi Barat Jadi Permukiman Yahudi


TRANSFORMASINUSA.COM | Para analis politik memperingatkan bahwa Israel tengah menjalankan rencana strategis di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat dengan tujuan mengusir penduduk serta menghancurkan kamp-kamp tersebut beserta simbolismenya sebagai langkah awal untuk menghapuskan perjuangan Palestina.


Menurut laporan dari situs berita Israel Walla, tentara pendudukan telah memutuskan untuk membongkar kamp pengungsi di Jenin dan Tulkarm, mengubahnya menjadi distrik perkotaan yang memungkinkan pergerakan militer lebih leluasa. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pencaplokan lebih dari 52.000 dunam tanah di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023.


Pemerintah Kota Jenin menyatakan bahwa kamp Jenin sudah tidak layak huni akibat serangan Israel yang terus berlanjut. Sebanyak 600 rumah hancur total, infrastruktur rusak parah, dan kota Jenin yang berpenduduk 360.000 jiwa masih berada dalam kepungan ketat Israel.


Upaya Pengusiran dan Perluasan Pemukiman


Pakar pemantau pemukiman Israel, Suhail Khalilieh, menilai bahwa Israel ingin mengusir seluruh penduduk kamp Jenin, sebelum beralih ke kamp-kamp lain seperti Tulkarm dan Ain Shams, serta kota dan desa Palestina lainnya. Ia menekankan bahwa kamp-kamp pengungsi menjadi sasaran karena merupakan pusat perlawanan di Tepi Barat.


Menurutnya, Israel bertujuan membangun negara khusus bagi pemukim Yahudi dengan menguasai 70% wilayah Area C di Tepi Barat. Namun, Israel tidak ingin mencaplok seluruh Tepi Barat karena akan berujung pada tanggung jawab mengurus jutaan warga Palestina.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, Dr. Mustafa Barghouti, berpendapat bahwa Israel justru berupaya mencaplok seluruh Tepi Barat dengan mengubah demografi wilayah tersebut menjadi bagian dari Israel. Ia mencatat bahwa sejak 7 Oktober 2023, Israel telah meningkatkan pembangunan pemukiman ilegal dan menghancurkan berbagai elemen Palestina di wilayah itu.


Barghouti menegaskan bahwa serangan terhadap kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat adalah bagian dari strategi untuk menghapuskan isu pengungsi Palestina sekaligus menghilangkan identitas nasional Palestina secara keseluruhan.


Perlawanan Palestina


Namun, Barghouti menekankan bahwa kebijakan Israel justru membuat warga Palestina semakin bertekad tidak hanya untuk kembali ke kamp dan rumah mereka tetapi juga ke tanah yang mereka diusir darinya pada tahun 1948. Ia menegaskan bahwa rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza, tidak akan meninggalkan tanah air mereka dan dengan keteguhan mereka, mereka akan menggagalkan semua rencana Israel.


Dr. Muhannad Mustafa, akademisi dan pakar urusan Israel, menjelaskan bahwa operasi militer Israel di Tepi Barat bertujuan untuk mencapai dua target strategis: pertama, menghapuskan perjuangan Palestina, seperti yang sering diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu; dan kedua, mencaplok Tepi Barat secara permanen.


Ia juga menyoroti eskalasi pembangunan pemukiman, dengan 10.000 unit rumah pemukiman baru disetujui pada tahun 2024 dan 11.000 unit lainnya dijadwalkan untuk 2025.


Terkait cara menggagalkan rencana Israel di Tepi Barat, Dr. Mustafa menilai bahwa hal itu bergantung pada seberapa besar harga yang harus dibayar Israel, baik dari segi korban jiwa, keamanan, maupun dampaknya terhadap citra Israel di mata dunia.


Sumber: Al Jazeera

TRANSFORMASINUSA NEWS

TNC GROUP CHATT ME

Kritik dan Sarang bisa melalui kolom dibawah ini,Terima Kasih

Posting Komentar