OPINI:Ketidakjujuran, Benih Masalah dan Kebodohan Menelisik Kata-Kata Nurlaeli, SH. MH.CLA.CT
"Masalah itu muncul akibat ketidakjujuran dan sulitnya menerima kebenaran (Itulah kebodohan)," begitu tegas Nurlaeli, SH. MH.CLA.CT, seorang profesional yang tidak hanya piawai di bidangnya, tetapi juga memiliki jiwa peka terhadap realitas sosial.
Kata-kata Nurlaeli bukan sekadar ungkapan sinis, melainkan sebuah refleksi yang mendalam tentang akar permasalahan yang sering kita temui. Ia dengan lugas menunjuk ketidakjujuran sebagai sumber utama masalah, dan ketidakmampuan menerima kebenaran sebagai bukti kebodohan.
Ketidakjujuran, seperti benih yang ditanam, akan tumbuh menjadi pohon masalah yang menjulang tinggi. Kebohongan, manipulasi, dan pengingkaran kebenaran akan menciptakan jurang pemisah, menghancurkan kepercayaan, dan melahirkan konflik. Dalam lingkup personal maupun sosial, ketidakjujuran akan menimbulkan kerusakan yang luar biasa.
Lebih jauh lagi, Nurlaeli menekankan bahwa ketidakmampuan menerima kebenaran adalah bentuk kebodohan. Manusia yang keras kepala, menolak menerima fakta dan masih terjebak dalam kenyamanan versi mereka sendiri, akan terperangkap dalam lingkaran masalah yang terus berulang. Mereka akan sulit untuk berkembang dan mencapai solusi yang sebenarnya.
Pesan Nurlaeli memberikan kita cermin untuk berintrospeksi. Apakah kita sudah jujur pada diri sendiri dan lingkungan sekitar? Apakah kita berani menghadapi kebenaran dan menolak untuk hidup dalam kebohongan?
Menjadi jujur dan menerima kebenaran memang tidak selalu mudah. Butuh keberanian dan kedewasaan untuk menghadapi kenyataan apa adanya. Namun, dengan mengingat kata-kata bijak Nurlaeli, kita dapat memulai perubahan dari diri sendiri.
Semoga kita semua dapat meneladani pesan Nurlaeli dan berusaha untuk hidup dengan jujur, menerima kebenaran, dan meninggalkan kebodohan. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik dan bermartabat.
[Transformasinusa.com]
Posting Komentar